RRI.CO.ID-KBRN, Jakarta : Untuk memenuhi kebutuhan akan tenaga asesor yang berfungsi melakukan asesmen dan uji kompetensi terhadap peserta uji suatu profesi, Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak 1 (LSP P1) Universitas Mercu Buana (UMB) Jakarta menyelenggarakan Pelatihan Asesor Kompetensi (Askom) serta pembuatan Materi Uji Kompetensi (MUK), bertempat di Auditorium Harun Zain dan Dormitory, Kampus UMB Meruya, Jakarta Barat.

Kegiatan yang berlangsung dalam tiga gelombang tersebut, yakni 2-4 Mei 2018, 7-8 Mei 2018, dan 9-11 Mei 2018 tersebut diikuti oleh 24 calon asesor yang merupakan dosen dan tenaga pendidik di lingkungan Universitas Mercu Buana (UMB) Jakarta, dan dibuka oleh Anggota Dewan Pengarah LSP P1 UMB, Dr Agustina Zubair, M.Si.

Ketua Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) UMB Jakarta, Irmulan Sati, SH, M.Si kepada RRI di sela-sela kegiatan mengatakan, pelatihan ini digelar sehubungan dengan telah diverifikasinya 11 (sebelas) skema sertifikasi profesi baru dari lima program studi di UMB oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

“Dengan diverifikasinya 11 skema baru tersebut, sekarang total ada 25 skema sertifikasi profesi di UMB sehingga dipandang perlu untuk mencetak calon-calon asesor dari skema-skema tersebut,” ungkap Santi –sapaan akrab Irmulan Sati, di Kampus UMB Jakarta, Jumat (4/5/2018) petang.

Ia mengakui, dari ke-25 skema sertifikasi profesi tersebut, belum semua skema menjalani Bimbingan Teknis (Bimtek), dan untuk yang sudah di antaranya Public Relation, Broadcasting, Desain Interior, Teknik Sipil, Teknik Industri, Akuntansi D3 dan Akuntansi S1.

“Prosedurnya dalam Bimtek ini, para peserta diberi pelatihan tentang bagaimana mengorganisasikan dan melaksanakan asesmen serta terlibat langsung dalam uji kompetensi, yang dibimbing oleh Master Asesor Ir Wahjono, M.Si dan Bambang Purwanto, S.Pd dari BNSP,” terang Santi.

Selain itu, para calon asesor ini juga mendapatkan pelatihan simulasi tentang Asesmen Mandiri dan Real Assesment.

Lebih lanjut Kandidat doktor Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran Bandung ini mengungkapkan, syarat-syarat untuk menjadi calon asesor kompetensi adalah memiliki Sertifikat Kompetensi melalui Bimtek, serta memiliki Sertifikat Profesi yang disyaratkan dari suatu skema sertifikasi profesi.

Apabila ke-24 peserta pelatihan ini lulus menjadi asesor, maka UMB Jakarta nantinya akan memiliki 36 tenaga asesor. Jumlah ini, menurut Manajer Penjaminan Mutu LSP P1 Universitas Mercu Buana Jakarta, Ida Anggraini Ananda, S.Si, M.Si, memang masih jauh dari angka ideal, 9 (sembilan) asesor untuk satu skema sertifikasi profesi, sementara di UMB Jakarta baru ada 4 hingga 5 asesor untuk masing-masing skema, kecuali untuk Public Relation yang sudah memiliki 12 asesor.

Namun, menurut Santi, dalam tiga tahun terakhir ini UMB Jakarta terus berbenah dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas tenaga asesornya, sehingga menjadi salah satu Perguruan Tinggi Swasta (PTS) terdepan di Ibu kota di samping Universitas Guna Darma.

“Diharapkan melalui Pelatihan Asesor Kompetensi ini maka proses uji sertifikasi di UMB dapat semakin berkualitas dan jumlah asesor bersertifikasi semakin bertambah menuju angka yang ideal,” tutup Irmulan Sati. (Red/HF)

Sumber : rri.co.id

JAWAB KEBUTUHAN AKAN TENAGA ASESOR, UMB TERUS CETAK ASESOR KOMPETENSI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *