Upaya Kemnaker Dorong Peningkatan Kompetensi Pengukuran Produktivitas

Kasubdit Pengembangan SDM dan Pemberdayaan Lembaga Produktivitas, menutup pelatihan SDM dan sertifikasi dengan protokol kesehatan/Foto: Kemnaker

Jakarta – Direktorat Bina Produktivitas Ditjen Binalattas Kemnaker membuat pilot project pelatihan sumber daya manusia (SDM) dan sertifikasi melalui skema kompetensi pengukuran produktivitas. Skema ini telah divalidasi oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) untuk menjadi acuan dalam pelaksanaan uji sertifikasi bagi Lembaga Sertifikasi Profesi.

“Kami merasa keberadaan kompetensi bidang produktivitas ini harus dapat hadir di tengah-tengah industri, termasuk di instansi pemerintah, dunia pendidikan serta organisasi masyarakat, apalagi di tengah situasi pandemi COVID-19 yang melanda dunia dan Indonesia saat ini,” kata Kasubdit Pengembangan SDM dan Pemberdayaan Lembaga Produktivitas, Direktorat Bina Produktivitas, Kemnaker Ade Syaekudin dalam keterangan tertulis, Kamis (10/9/2020).

“Diharapkan dengan kompetensi di bidang produktivitas ini, masyarakat dapat beradaptasi dengan kenormalan baru dengan cara memperbarui pola kerja lama menjadi pola kerja digital yang meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan kualitas hasil kerja,” imbuhnya.
Saat menutup kegiatan Pelatihan SDM dan Sertifikasi Bidang Produktivitas di Bekasi, Jumat (4/9) lalu, Ade bilang salah satu kompetensi yang harus dimiliki dalam meningkatkan produktivitas SDM adalah pengukuran produktivitas.
Dijelaskannya, kompetensi pengukuran produktivitas ini memiliki instrumen dalam mendiagnosa tingkat produktivitas suatu lembaga/organisasi ataupun individu, sehingga dapat dijadikan langkah kebijakan strategis yang memiliki nilai tambah guna mempertahankan keberlangsungan lembaga/organisasi tempat peserta melaksanakan aktivitasnya.

“Pelatihan ini mengacu kepada metode pelatihan berbasis kompetensi berdasarkan hasil identifikasi kebutuhan pelatihan (gap competency) yang akan diakhiri dengan Uji Kompetensi oleh Lembaga Sertifikasi Profesi dan memilki infrastruktur prinsip dasar Pelatihan Berbasis Kompetensi dengan mengacu kepada SKKNI Nomor 160 tahun 2016 bidang produktivitas,” jelas Ade.

Menurut pria yang banyak berkecimpung di bidang SDM ini, pilot project pelatihan peningkatan kompetensi bidang produktivitas ini merupakan starting point pelatihan bidang produktivitas berbasis kompetensi, sehingga dapat diadopsi oleh Lembaga Pelatihan Kerja, baik pemerintah maupun swasta, bahkan training centre (TC) secara masif .

Sebelumnya, kegiatan Pelatihan SDM dan Sertifikasi Bidang Produktivitas itu dibuka langsung oleh Direktur Bina Produktivitas Kemnaker Fahrurozi. Kegiatan yang dimulai 31 Agustus-5 September itu juga dihadiri Perwakilan ILO Jakarta.

Fahrurozi dalam pembukaan itu mengatakan keberadaan kompetensi produktivitas dalam sistem pelatihan kerja yang selama ini dilaksanakan masih bersifat kompetensi pendukung.

“Dengan kondisi seperti ini, maka perlu adanya kerangka pikir membangun kompetensi produktivitas secara mandiri dan diakui oleh semua pihak,” tuturnya.

Dia bilang hal ini merupakan upaya untuk meraih tingkat produktivitas dan daya saing secara fokus, massif, dan berlanjut agar kompetensi produktivitas yang dimiliki dapat menjadi suatu nilai tambah bagi SDM beradaptasi pada kenormalan baru saat ini.

Saat ini, kata Fahrurozi, Kemnaker telah melakukan upaya konkret dalam mengemas berbagai keilmuan bidang produktivitas, yakni menerbitkan Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 238 Tahun 2020 tentang Penetapan Jenjang Kualifikasi Nasional Indonesia Bidang Produktivitas sebagai tindak lanjut dari dikeluarkannya Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) nomor 160 tahun 2016 bidang produktivitas.

Ia mengatakan terobosan melakukan peningkatan kompetensi dan produktivitas melalui pelatihan merupakan salah satu cara dalam menyikapi perubahan dan perkembangan teknologi serta pengetahuan yang sangat cepat.

“Sebab perubahan teknologi dan pengetahuan berimplikasi terhadap pembangunan nasional, baik sektoral maupun daerah,” katanya.
Sementara itu, Abdul Halim dari ILO Jakarta menyebut produktivitas merupakan aset penting bagi SDM untuk meningkatkan usaha yang berkelanjutan dan mendorong organisasi pengusaha atau pekerja lebih kuat.

“Produktivitas yang tinggi juga secara khusus menyumbang peningkatan jumlah pekerjaan yang lebih banyak dan lebih baik untuk pertumbuhan inklusif dan prospek kaum muda yang lebih baik, mampu meningkatkan usaha yang berkelanjutan, kerja yang layak di pedesaan, serta mendorong munculnya organisasi pengusaha dan pekerja/buruh yang lebih kuat dan representatif,” katanya.

Wakil Ketua Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) Miftakul Aziz, menyambut positif langkah konkret yang dilakukan oleh Direktorat Bina Produktivitas, Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas, Kemnaker dalam melakukan starting point pelatihan SDM dan sertifikasi.

“Sehingga pengakuan kompetensi bagi semua kalangan profesi harus melalui instrumen asesmen/uji kompetensi berdasarkan sistem nasional sertifikasi kompetensi dan mendorong semua LSP bidang SDM dapat mengembangkan skema sertifikasi bidang produktivitas,” ujarnya.

(Sumber asli: https://news.detik.com/berita/d-5167930/upaya-kemnaker-dorong-peningkatan-kompetensi-pengukuran-produktivitas )

(syn)

0 Comments

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>